Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada akhir pekan lalu menimbulkan kerusakan signifikan pada infrastruktur pendidikan, memaksa ribuan siswa belajar di tempat yang tidak layak.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman, turun langsung ke salah satu sekolah yang rusak untuk menilai kerusakan dan mendengarkan keluhan guru serta orang tua. Kunjungan itu sekaligus menjadi simbol kepedulian pemerintah pusat terhadap pendidikan di daerah rawan bencana.
Dalam rapat singkat di lokasi, Iftitah Sulaiman mengumumkan alokasi dana bantuan sebesar Rp200 juta. Dana tersebut akan dipakai untuk rehabilitasi bangunan, perbaikan fasilitas belajar, serta penyediaan perlengkapan penting bagi siswa yang terdampak.
Harapan pemerintah, dengan dana cepat cair, proses pemulihan dapat dimulai dalam hitungan minggu, sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu lama dan anak‑anak di NTT kembali merasakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.